Pernah mencoba menghitung domba yang melompat? Atau menyebutkan daftar nama selebriti dunia yang masuk penjara untuk bisa tertidur tetapi tidak berhasil? Sering merasa bosan karena sulit tidur di malam hari sehingga menggerayangi kulkas untuk mencari makanan? Apabila demikian, mungkin Anda adalah korban sindroma makan di malam hari.
Hampir 65% orang yang gemuk mengkonsumsi kebanyakan kalorinya setelah pukul 7 malam, demikian dilaporkan oleh sekolompok peneliti dari Australia. Mereka menemukan orang yang secara tipikal melakukan ini adalah mereka yang depresi dan memiliki kualitas hidup yang rendah.
Studi lain juga menyebutkan orang yang melahap makanan di malam hari memiliki tingkat ghrelin (hormon pengendali nafsu makan) yang lebih rendah daripada orang biasa, tetapi juga memiliki tingkat insulin dan gula darah yang lebih tinggi juga.
Para ilmuwan menganggap kebiasaan ini disebabkan oleh terganggunya ritme biologis yang menyebabkan tingkat hormon tidur (melatonin) yang rendah, dan juga oleh rendahnya hormon pengatur kadar lemak, leptin. Kebiasaan tidur yang jelek (tidak teratur, rendah kualitas atau kuantitas) boleh jadi merupakan penyebab utama sindroma makan malam. (International Journal Obesity, in press; dipublikasikan online 19 Juni 2007)
Pesan Untuk Dibawa Pulang: Ada banyak cara untuk menghindari kegemukan, salah satunya adalah dengan mengatur pola tidur yang baik dan memperbaiki tingkat kualitas hidup keseluruhan. Kalau Anda memiliki problem susah tidur, berhati-hatilah, dan ambil usaha aktif agar tidak terjebak dalam lingkaran yang tak ada akhirnya ini. Kualitas hidup yang buruk dan depresi menyebabkan kurang tidur. Sementara kurang tidur akan menyebabkan Anda makan tak terkendali dan menjadi gemuk. Kegemukan akan memperparah depresi dan kualitas hidup Anda.
Sumber : RAI Institute
Recent Comments